Vitamin yang Larut Dalam Air

  • Post author:
  • Post category:Pendidikan

Tubuh membutuhkan vitamin untuk memaksimalkan fungsi jaringan dan organ. Oleh karena itulah asupan vitamin yang dibutuhkan harus dipenuhi dengan mengonsumsi makanan tertentu. Meski begitu, vitamin masih membutuhkan satu hal agar dapat diserap oleh tubuh, yaitu pelarut. Tanpa adanya pelarut, vitamin tidak akan dapat diserap.

Zat yang dapat melarutkan vitamin di dalam tubuh adalah air dan lemak, tergantung dari jenis vitaminnya apakah termasuk vitamin yang larut dalam lemak atau vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan vitamin B kompleks yang terdiri dari vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantotenat), B6, B7 (biotin), B9, dan B12 (cobalamin).

Vitamin Larut dalam Lemak vs Vitamin Larut dalam Air

Vitamin larut dalam air berbeda dari vitamin yang larut dalam lemak. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari pelarutnya, cara penyimpanannya, serta cara tubuh mengeluarkannya.

  1. Jenis Pelarut

Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin yang diproses bersama lemak agar dapat digunakan oleh tubuh. Vitamin jenis ini masuk ke dalam sistem pencernaan melalui makanan, kemudian akan melewati sistem limfatik dan ikut dialirkan dalam peredaran darah.

Karena pelarutnya adalah lemak, apabila tubuh kekurangan lemak, maka proses penyerapan vitamin yang larut dalam lemak ini pun akan terhambat. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak antara lain vitamin A, D, E, dan vitamin K.

Sementara itu, vitamin larut dalam air adalah vitamin yang diproses bersama air. Karena tubuh manusia mengandung banyak air, maka vitamin larut dalam air lebih mudah diserap oleh tubuh yang kemudian akan dialirkan di dalam alian darah.

  1. Cara Penyimpanan

Vitamin yang larut dalam lemak akan diserap oleh tubuh sesuai dengan kebutuhan, sementara sisanya akan disimpan dalam sel lemak dan juga hati. Vitamin ini dapat disimpan di dalam tubuh dalam waktu yang lama, dan akan digunakan ketika dibutuhkan.

Tidak seperti vitamin larut dalam lemak yang kelebihannya dapat disimpan di dalam tubuh, kelebihan vitamin larut dalam air justru akan dibuang oleh tubuh. Dengan kata lain, tubuh tidak dapat menyimpan vitamin larut dalam air sehingga risiko terjadinya kekurangan vitamin larut dalam air lebih tinggi.

Karena hal inilah vitamin larut dalam air perlu dikonsumsi secara rutin untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian, baik dari bahan makanan maupun dari suplemen.

  1. Cara Tubuh Mengeluarkannya

Karena vitamin yang larut dalam lemak dapat disimpan oleh tubuh sebagai cadangan, hanya sedikit vitamin larut dalam lemak yang dikeluarkan dari tubuh. Sebaliknya, vitamin larut dalam air yang beredar secara bebas di dalam peredaran darah justru tidak dapat disimpan ketika jumlahnya berlebihan.

Tubuh mengeluarkan vitamin larut dalam air dengan menyaringnya di ginjal kemudian mengeluarkannya bersama dengan urin.

Tata Cara Mengonsumsi Vitamin Larut Dalam Air

 

Vitamin larut dalam air harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter dan dosis yang sesuai agar tidak berisiko menimbulkan gangguan kesehatan bagi tubuh.

Vitamin yang larut dalam air membutuhkan airย  bersih untuk melarutkannya. Artinya, air yang dikonsumsi harus bersih agar proses penyerapan vitamin ini di dalam tubuh dapat maksimal. Caranya adalah dengan mengandalkan filter dari Toko filter air.

Pasalnya, penyaring atau filter dari Toko filter air mampu memisahkan air dari zat-zat yang sifatnya berbahaya maupun beracun. Akibatnya, kualitas air pun menjadi lebih baik.